Webinar Series #2 : Biomedik di Indonesia saat ini dan Masa Depan

Webinar - 15 November 2020 - 12:00 AM

Balikpapan – Ada banyak sekali pesan yang disampaikan pada gelaran webinar Series #2 pada Selasa (29/09/2020) oleh Teknik Elektro, Institut Teknologi Kalimantan. Adapun Topik yang diangkat ini adalah Biomedik di Indonesia saat ini dan masa depan.HarapanBapak Himawan Wicaksono, S.ST., M.T. selaku Ketua Jurusan Teknik Industri dan Proses (JTIP) ITK,dengan diadakannya acara inijuga merupakan momentum yang tepat karena kondisiwabah yang sekarang ini kita dituntut berfikir cepat dan juga mencari solusi terhadap permasalahan yang mungkin belum pernahsama sekaliterjadi. Harapannya dengan kita mengadakan komunikasi bersama seperti ini dapat menjadi trobosan dapat menghasilkan sebuah solusi untuk keberhasilan kita semua.

Teknik Biomedik di Indonesia Saat Ini dan Masa Depan

Wakil Dekan Bidang Sumberdaya STEI ITB, Bapak DR. Widyawardana Adiprawita, M.T. mengatakan, Teknik Biomedik adalah ilmu teknik yang tujuannya itu membantu para tenaga medis untuk melakukan diagnosis. Definisi Teknik Biomedik adalah bidang multidisiplin yang memanfaatkan berbagai konsep dasar rekayasa (engineering) dan desain dalam dunia kedokteran dan biologi untuk peningkatan pelayanan kesehatan dan kualitas hidup manusia.

Tantangan Praktek Dokter di Era Pandemi

Dr. RA Adaninggar PN, Sp,PDmengatakan bahwa sudah 6 bulan Covid-19 ini di Indonesia tapi sepertinya kurva ini belum turun-turun masi naik terus. Mengapa Covid-19 sulit dikendalikan? Ada beberapa faktor ketidakseimbangan yaitu jumlah virus, virulensi virus, umur, komorbid, genetic,stress, kelelahan, system imun, suhu, kelembaman, durasi paparan dan kerumunan. Covid-19 adalah penyakit komunitas yang menular antar manusia, hingga sekarang (29/09/2020) belum ada obat/vaksin untuk Covid-19. Di Indonesai 3 bulan pertama rakyat masi patuh terhadap PSBB dan terkendali, dan untuk 3 bulan kedua sampai kapan tidak tahu rakyat mulai jenuh dan tidak peduli hingga terjadi overload pada fasilitas kesehatan. Masyarakat mulai takut berobat karena muncul stigma negative takut tertular Covid-19, takut didiagnosis Covid-19, takut diisolasi, dan takut dikucilkan masyarakat. Sehingga pasien yang memiliki penyakit kronis tidak rutin control dan datang dalam kondisi sudah berat hingga tidak sempat mencari pertolongan medis. Harapan praktek dokter ke depannya diantara lain adalah alat screening Covid-19 yang cepat, murah, mudah, dan akurat, lalu alat bantu pemeriksaan fisik yang bias digunakan dengan minimal kontak dengan pasien, alat diagnosis atau tindakan yang bias digunakan dengan minimal kontak dengan pasien.

Gugus Tugas Covid-19 Balikpapan

Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Ibu Dr. Andi Sri Julianty, M.Kes menyebutkan bahwa pada minggu terakhir (29/09/2020) ada pelandaikan kasus Covid-19 yang ada di Balikpapan. Pada trend kematian untuk 2 hari teraktiralhamdulillah tidak ada trend kematian, untuk jumlah yang terkonfirmasi positif lebih banyak pada laki-laki dibanding perempuan di kota Balikpapan ini mungkin karena aktivitas diluar rumah yang lebih tinggi. Dari sisi usia yang tertular Covid-19 di kota Balikpapan lebih banyak pada usia rentang 18-45 tahun ini adalah usia produktif yang akhirnya muncul dalam gejala OTG (Orang Tanpa Gejala) kemudian menulari orang-orang yang ada dirumah yang sebenarnya tidak banyak beraktivitas diluar rumah. Kebanyakan jumlah kasus positif Covid-19 di kota Balikpapan berdasalkan pekerjaan berasal dari pekerjaswastadan dilanjutkan oleh ibu rumah tangga. Kesimpulan bahwa saat ini kebutuhan alat kesehatan, BMHP, obat sangat meningkat, berkembang, dan berubah tiba-tiba dalam pandemiCovid-19 dan dalam era adaptasi kebiasaan baru di bidang kesehatan maupun lintas sector pendukung lainnya di dalam gugus tugas Covid-19, lalu terapan ilmu biomedik diharapkan berkembang, beradaptasi saat mengikuti perubahan ini.

 

Penulis : Moch. Wahyu Nugroho 04191041 (Staff Magang HMTE ITK)
Penyunting : Andhika Naufal Zein (Journalism and Website Division Coordinator - Humas Elektro ITK)

Video Terkait :